Kamis, 12 Januari 2012

obat penyakit kanker (cancer)

penyakit kanker
Penyakit Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya.
Penyakit Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila penyakit kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, penyakit kanker itu akan sulit diketahui dan kadang – kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati. Penyakit Kanker bisa berkembang cepat bisa juga lambat, tergantung jenisnya. Penyakit kanker dapat berkembang di hampir semua organ atau jaringan, seperti paru-paru, usus besar, payudara, kulit, tulang, atau jaringan saraf.
Penyebab Penyakit Kanker
Penyebab penyakit kanker bermacam-macam mulai dari bahan kimias (seperti Benzene), beberapa jamur beracun dan jenis racun yang dapat tumbuh pada tanaman kacang tanah (aflatoksin), virus, radiasi, sinar matahari, tembakau, dan banyak lagi bahkan ada jenis penyakit kanker yang belum diketahui penyebabnya.
Penyebab paling umum yang menyebabkan kematian terkait penyakit kanker adalah kanker paru-paru. Kanker yang paling umum pada pria biasanya adalah kanker prostat,kanker paru-paru dan kanker usus besar. Sedangkan pada wanita penyakit kenker yang paling umum adalah kanker payudarakanker serviks, dan kanker kulit.
Gejala Penyakit Kanker
Secara umum, Gejala penyakit kanker bisa dibadi menjadi kelompok :
  1. Gejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa tumor, pendarahan (hemorrhage), rasa sakit dan/atau tukak lambung/ulceration. Kompresi jaringan sekitar bisa menyebabkan gejala jaundis (kulit dan mata yang menguning).
  2. Gejala pembesaran kelenjar getah bening (lymph node) : batuk, hemoptisis, hepatomegali (pembesaran tan-kanker-hati/" title="See also Pengobatan Kanker Hati">hati), rasa sakit pada tulang, fraktur pada tulang-tulang yang terpengaruh, dan gejala-gejala neurologis. Walaupun pada penyakit kankertahap lanjut menyebabkan rasa sakit, sering kali itu bukan gejala awalnya.
  3. Gejala sistemik : berat badan turun, nafsu makan berkurang secara signifikan, kelelahan dan kakeksia(kurus kering), keringat berlebihan pada saat tidur/keringat malam, anemia, fenomena paraneoplastik tertentu yaitu kondisi spesifik yang disebabkan kanker aktif seperti trombosis dan perubahan hormonal.
  4. Gejala angiogenesis : yang merupakan interaksi antara sel tumor, sel stromal, sel endotelial, fibroblas dan matriks ekstraselular. Pada penyakit kanker, terjadi penurunan konsentrasi senyawa penghambat pertumbuhan pembuluh darah baru, seperti trombospondin, angiostatin danglioma-derived angiogenesis inhibitory factor, dan ekspresi berlebih faktor proangiogenik, seperti vascular endothelial growth factor, yang memungkinkan sel kanker melakukan metastasis.
  5. Gejala migrasi sel tumor : yang ditandai dengan degradasi matriks ekstraselular (ECM), jaringan ikat yang menyangga struktur sel, olehenzim MMP. Hingga saat ini telah diketahui 26 berkas gen MMP yang berperan dalam penyakit kanker, dengan pengecualian yang terjadi antara lain pada hepatocellular carcinoma.
Mengapa Penyakit Kanker Meningkat
Gaya hidup masyarakat modern yang cenderung konsumtif, sangat erat kaitannya dengan timbulnya berbagai macam penyakit yang tidak disebabkan infeksi. Yaitu penyakit yang disebabkan kemunduran pertumbuhan sel (penyakit degeneratif), misalnya penyakit jantung dan penyakit kanker.
Sebagian masyarakat moderen saat ini banyak yang suka mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar lemaknya, dan kurang mengkonsumsi serat alami. Hal ini dapat dibuktikan dengan marak dan larisnya berbagai restoran yang menyajikan hidangan fast food ala luar negeri. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang diawetkan juga dapat memicu penyakit kanker. Demikian juga kebiasaan minum alcohol dan merokok.
Bagaimana Mencegah Penyakit Kanker
Bagaimanapun juga, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Mencegah penyakit kanker dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak/berkolesterol tinggi, serta memperbanyak mengkonsumsi makanan berserat dan sayuran berwarna. Selai itu juga jauhilah rokok dan alcohol. Jauhilah zina/berganti-ganti pasangan, agar tidak tertular penyakit seksual. Selain tidak baik bagi kesehatan, tiga hal tersebut juga sesuatu yang harus dijauhi menurut ajaran Islam. Selain itu, upayakan hidup seimbang, teratur dan hindarilah stress. Boleh bekerja keras tapi istirahat juga harus cukup. Kalau perlu periksalah kesehatan Anda secara berkala dan teratur.

Khasiat dan Kegunaan Keladi Tikus 

Keladi Tikus mengandung ribosome inacting protein dan antioksidan. Dalam tubuh ribosome inacting protein berfungsi menghambat pertumbuhan sel kanker, menghancurkan sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya serta meredam munculnya sel kanker baru. Sedangkan antioksidan berfungsi mencegah terjadinya kerusakan gen.
Keladi Tikus juga melakukan detoxifikasi, yaitu pembuangan racun yang telah menumpuk bertahun-tahun dalam tubuh. Bersamaan dengan itu Keladi Tikus memperkuat sistem pertahanan tubuh. Dalam proses detoxifikasi  inilah untuk sebagian pengguna mengalami reaksi
tubuh (baca halaman reaksi tubuh).
Dalam buku berjudul “Cancer, Yet They Live” karangan Dr Chris K.H. Teo – Cancer Care Penang Malaysia, juga berdasar pada pengalaman kami yang sejak tahun 2000 melayani penderita kanker dengan Keladi Tikus (baik berupa Keladi Tikus segar -juice maupun kapsul - ijin pembuatan kapsul Keladi Tikus sejak tahun 2001 dengan Depkes RI No: SP 475/13.24/01), Keladi Tikus sangat membantu penyembuhan kanker leher rahim, payudara, usus besar, nasofaring, pankreas, paru-paru, rectum, lever termasuk hepatitis dan pengerasan hati, tenggorokan, tulang, otak, prostat, leukimia,ginjal, limpa, empedu dan lain-lain. Selain itu Keladi Tikus juga dapat menyembuhkan migren, kelenjar getah bening, wasir, sinusitis, semutan pada tangan dan kaki dan lainnya, serta dapat sebagai deteksi penyakit yang sebelumnya tidak diketahui/ disadari oleh yang bersangkutan.Ingat: Penyembuhan harus disertai dengan bagaimana sikap Anda melawan kanker termasuk pola hidup yang benar.
Bagaimana bila dokter sudah angkat tangan dan hanya memberikan obat penahan rasa sakit saja. Masih ada sejuta harapan. Karena dalam praktek pemakaian Keladi Tikus banyak kondisi demikian yang berhasil disembuhkan. Walau demikian adalah tugas kita untuk mencari jalan terbaik dan tidak hanya mengandalkan satu sarana saja.
Pemakaian Kelapi Tikus dan pengobatan kemoterapi – radioterapi tidak boleh dijalankan dalam waktu yang bersamaan. Pemakaian Keladi Tikus harus dihentikan minimal 2 hari sebelum kemoterapi dan 2 hari setelahnya (Minimal 5 hari). Sifat Keladi Tikus yang melakukan detoxifikasi (pembuangan racun) akan menganggap zat zat kimia dari kemoterapi sebagai racun
 Tanaman sejenis talas dengan  tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak  terkena sinar matahari langsung. Tanaman ini sangat banyak ditemukan  di Pulau Jawa.
 Kebanyakan terdapat didaerah sawah padi dan tanaman tersebut didalamma yang kebanyakan petani mengetahuinya
yang otomatis akan dikeluarkan dari tubuh. Ini akan membuat kemoterapi tidak efektif.
Keladi Tikus juga sangat baik untuk nengurangi efek negatif kemoterapi dan radioterapi seperti mual, rambut rontok dan sebagainya. Untuk itu Keladi Tikus sebaiknya dikonsumsi minimal 2 minggu sebelum pelaksanaan kemoterapi.
Pemakaian Keladi Tikus dalam bentik segar.

Apabila penderita kanker mendapat tanaman Keladi Tikus, maka bisa dikunsumsi dalam kondisi segar (juice). Dosis pemakaian adalah 3 x sehari @ 50 gram tanaman segar (umbi dan daun)

Cara Penyajian

Setelah dibersihkan, tanakam Keladi Tikus ditumbuk dibuat juice dan langsung diminum. Pembuatan juice jangan menggunakan alat-alat dari bahan metal yang mudah teroksidasi. Untuk itu hal-hal berikut perlu diperhatikan.
·         Juice jangan disimpan lebih dari 3 jam karena juice akan rusak.
·         Penyimpanan sementara harus dilakukan di tempat dingin (kulkas)
·         Rasa gatai dimulut – tenggorokan bisa dihilangkan dengan gula atau madu.
·         Untuk mengurangi rasa gatal pembuatan juice bisa dengan air mendidih (tanaman/juice jangan direbus)

Catatan:
·         Selama menkonsumsi Keladi Tikus tidak dianjurkan mnkonsumsi jamu-jamu lain selain obat dari dokter.
·         Keladi Tikus tidak boleh dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil di bawah 4 bulan kehamilan. 
Menyembuhkan Kanker, Tumor, Kista dan Sel-sel Ganas Lainnya


Keladi  Tikus : memperbaiki sistem pertahanan tubuh sehingga sistem  pertahanan mampu menghancurkan sel-sel kanker,  menghambat pertumbuhan sel  kanker termasuk melawan duplikasi sel  ganas, mereduksi  radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat akibat buruk dari kemoterapi (rambut rontok, mual dsb).
Saran: Konsumsi – Minum Keladi Tikus Segar (Jus Keladi Tikus) telah terbukti  lebih efektif dibandingkan dengan semua produk hasil olahannya (extrak maupun plus).  Untuk itu usahakan Anda membuat Jus Keladi Tikus sendiri. Karena lebih manjur dan tidak perlu mengeluarkan biaya (sebenarnya mudah didapatkan di banyak tempat yang tumbuh liar).

Penelitian & Riset Membuktikan Keladitikus Mujarab Basmi Kanker

Orangtua Kurnia setuju dengan keputusan dokter ahli untuk mengamputasi kaki. Sebab, benjolan di betis kanan terus membesar, seukuran bola pingpong. Tumor otot itu mula-mula hanya benjolan seukuran kelereng yang muncul saat Kurnia berusia 7 tahun. Pada awalnya, Kurnia tak merasakan sakit. Namun, seiring dengan membesarnya ukuran benjolan hingga sebola pingpong, sulung 2 bersaudara itu merasa nyeri. Terutama bila benjolan tersentuh atau tergesek sesuatu.
Kedua orangtuanya bergegas membawa Kurnia ke sebuah rumahsakit di Jakarta Pusat. Ketika itulah dokter mendiagnosis tumor otot setelah memeriksa Kurnia. Pada 25 Desember 1997 ketika Kurnia berusia 9 tahun, dokter mengangkat sel tumor itu. ‘Jika dibiarkan tumor akan berubah menjadi kanker sehingga harus dioperasi,’ ujar dokter seperti ditirukan ibunda dari Kurnia.
Pascaoperasi makanan Kurnia sangat diperhatikan. Dokter melarang konsumsi makanan berlemak dan menganjurkan konsumsi jus. Kurnia mematuhi saran itu. Namun, 4 bulan pascaoperasi, sel kanker tumbuh kembali. Itu yang mendorong orangtua Kurnia mencari kesembuhan ke Amsterdam, Belanda. Di sanalah dokter mengamputasi kaki kanan Kurnia.
Usai operasi Kurnia mengenakan kaki palsu untuk menopang tubuh. Setahun-dua tahun memang tak bermasalah. Namun, 5 tahun setelah amputasi, ya ampun, tumor otot itu datang lagi. Lokasi munculnya tumor itu hanya beberapa sentimeter dari bekas amputasi. Berarti itu untuk ke-3 kalinya tumor bercokol di kaki kanan Kurnia setelah 2 kali dioperasi. Itulah sebabnya orangtua Kurnia tak mengunjungi dokter ahli atau rumahsakit, tetapi ke herbalis di Bandung, Jawa Barat.
Pengobat di Kota Kembang itu meresepkan kapsul ekstrak keladitikus. Kurnia disiplin mengkonsumsi 3 kapsul 2 kali sehari. Melihat perkembangan sel tumor yang kian hari makin mengecil, orangtua Kurnia takjub. Tiga bulan rutin mengkonsumsi kapsul keladitikus, tumor itu akhirnya hilang. Kurnia memang belum memeriksakan ke laboratorium. Namun, hingga kini 5 tahun pascapengobatan herbal, benjolan dan nyeri tak pernah muncul. Kurnia (20 tahun) kini bugar dan tengah belajar di Australia. Di sana ia tetap mengkonsumsi kapsul keladitikus untuk menjaga kesehatan.
Kurnia bukan satu-satunya pasien yang merasakan khasiat keladitikus. Nurhasanah mula-mula mendapati benjolan seukuran telur puyuh di bahu kiri. Ukuran benjolan itu makin hari kian membesar sehingga merisaukannya.
Siswa kelas XI SMA Pancabakti, Pontianak, Kalimantan Barat, itu bergegas ke dokter. Usai menjalani pemeriksaan intensif, dokter mendiagnosis Nurhasanah positif tumor getah bening. Solusinya satu: operasi.
Pada pertengahan 2008, ia mulai mengkonsumsi 2 kapsul keladitikus 3 kali sehari. ‘Pertama minum, saya kencing berkali-kali. Sakit juga semakin saya rasakan,’ kata Nurhasanah. Maria Margaretha Andjarwati, herbalis di Jakarta Utara, mengatakan itu indikasi obat tengah bekerja. Persis dua bulan, benjolan itu hilang sama sekali. Bersamaan dengan itu nyeri juga menghilang.
Menurut Lina Mardiana, herbalis di Pathuk, Yogyakarta, keladitikus juga digunakan untuk mengatasi beragam penyakit lain seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Memang belum ada riset yang menguji keladitikus pada 2 penyakit itu. Lina mewarisi resep itu dari ibundanya yang berpraktek pada 1970.
Riset Membuktikan
Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.
Dr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.
Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.
Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.
Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.
Sel bunuh diri
Riset lain dilakukan oleh Chee Yan Choo dari Sekolah Farmasi Universitas Sains Malaysia. Chee menguji ekstrak umbi dan daun keladitikus terhadap aktivitas sitotoksik pada sel leukaemia P388. Hasilnya IC50 ekstrak kloroform umbi mencapai 6,0 ?g/ml; ekstrak heksan 15,0 ?g/ml. Kloroform dan heksan adalah pelarut yang digunakan untuk memperoleh senyawa aktif dalam sediaan herbal. Sedangkan IC50 ekstrak kloroform daun 8,0 ?g/ml; IC50 ekstrak heksan daun 65,0 ?g/ml.
IC50 (IC=inhibition consentration) adalah konsentrasi yang mampu menghambat 50% sel kanker. Semakin kecil angka IC50 kian bagus karena berarti dosis yang digunakan kian kecil. Pada riset itu, untuk menghambat 50% sel kanker, cuma diperlukan 6,0 ?g/ml ekstrak kloroform umbi keladitikus.
‘Keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). RIPs merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya,’ kata Peni Indrayudha.
Pembuktian lainnya dilakukan oleh Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia. Ia menemukan senyawa antikanker dalam keladitikus bernama fitol. Mekanisme fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis. Sel kanker terlampau ’sakti’ sehingga tak pernah mati. Nah, fitol memberikan pisau tajam kepada sel kanker. Yang terjadi kemudian, sel kanker bunuh diri. Ketika itulah pasien sembuh.
Kasus Patoppoi
Bukti dari laboratorium menyebabkan kian mencorongnya pamor keladitikus dalam setahun terakhir. ‘Saya melihat masyarakat frustasi atas pengobatan kimia. Obat kimia menjanjikan kesembuhan luar biasa, tetapi menimbulkan efek samping pada jangka panjang. Deposit obat kimia yang tak dieliminasi tubuh mempengaruhi kualitas darah dan kesehatan seseorang,’ kata Ali Mashuda SSi Apt, apoteker lulusan Universitas Gadjah Mada.
Dampaknya muncul berbagai penyakit. Setelah obat-obatan kimiawi tak kunjung menyembuhkan, pasien berharap kesembuhan dengan konsumsi herbal seperti keladitikus. Keladitikus pertama kali mencuat setelah Sri Hatmini Patoppoi sembuh dari kanker payudara stadium III pada 2000. Semula Patoppoi Pasau-suami Sri Hatmini-berupaya mencari pengobatan alternatif. (Kisah sembuh Sri Hatmini pernah dipublikasikan Trubus edisi September 2000).
Patoppoi kemudian mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh lin qi di Malaysia untuk mengobati kanker. Saat itu ia langsung ke Malaysia untuk membeli teh. Di sebuah toko obat di sana, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. Setelah membaca sekilas, ia langsung membeli buku itu dan batal membeli teh lin qi. Di bab 7 halaman 86 buku itu Patoppoi membaca khasiat Typhonium flagelliforme sebagai antikanker.
Di Malaysia Keladi Tikus Populer
Di Malaysia keladitikus populer setelah Chris KH Teo membantu mengobati Benedict Yeoh, pengidap kanker lever yang akhirnya sembuh. Berita kesembuhan itu cepat menyebar sehingga banyak yang datang ke rumahnya di Penang, Malaysia. Ketika tiba di Jakarta, Patoppoi memberikan air rebusan umbi keladitikus kepada istrinya yang akhirnya lolos dari maut setelah rutin mengkonsumsi tanaman obat itu. Saat itu keladitikus menjadi bahan pembicaraan.
Trubus kembali menemui Sri Hatmini pada 16 April 2009. Ia tampak bugar pada usianya yang akan genap 70 tahun pada bulan ini. Setelah sembuh kanker payudara, perempuan kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, 25 Juni 1939 itu membantu penyembuhan pasien beragam kanker. Setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pasien kanker dari berbagai kota seperti Medan, Pekanbaru, dan Manado, mengalir ke rumahnya di Kayuputih, Jakarta Timur.
Pada ‘jam praktek’ pukul 08.00-12.00 ia menerima 20-30 pasien per hari. Jumlah itu meningkat pesat ketimbang pasien yang datang pada tahun pertama setelah ia sembuh. Saat itu cuma beberapa pasien yang berkunjung. Sri Hatmini memberikan ekstrak umbi keladitikus kepada para pasien. Dalam 2 hari, 50 botol masing-masing berisi 50 kapsul diminta pasien.
Penelusuran Trubus, setahun terakhir banyak dokter dan herbalis meresepkan keladitikus kepada para pasien. Sekadar menyebut beberapa contoh adalah dr Henry Naland SpBOnk di Jakarta, dr Eliya (Banten), dr Ivan Hardi (Surabaya), dan Agus Salim (Malang). Dokter-dokter di Klinik Karyasari-tersebar di 4 tempat di Jakarta-juga meresepkan keladitikus.
Untuk mengkonsumsi herbal itu, pasien melumat seluruh bagian tanaman keladitikus segar. Setelah menambahkan 2 sendok air matang, memeras, lalu meminum hasil perasan itu. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari. Cara lain dengan menelan 3 kapsul 3 kali sehari.
Dosis anjuran untuk terapi 3 kali sehari, sejam sebelum makan. Bagi yang memiliki masalah lambung, sebaiknya mengkonsumsi jus keladitikus setelah makan. Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, guru besar Farmasi Universitas Indonesia, dosis 3 kapsul 3 kali sehari sangat aman dan tak berefek samping bagi kesehatan. Beberapa herbalis dan dokter yang mersepkan keladitikus selama 5 tahun, belum menemukan efek samping keladitikus.
Secara empiris dan ditunjang bukti ilmiah, keladitikus berkhasiat obat. Namun, mengkonsumsi keladitikus tak semudah bayangan banyak orang. Pertama, banyak orang belum mengetahui secara pasti tanaman keladitikus. Seorang eksekutif di Jakarta mengira tanaman setinggi semeter sebagai keladitikus. Ia mengirimkan surat elektronik disertai foto tanaman talas-talasan yang disangkanya keladitikus. Bila salah mengenali tanaman, pasien mungkin tak memperoleh khasiat keladi tikus.
Selain itu mengolah tanaman itu juga harus tepat. Salah olah menyebabkan gatal tenggorokan. Alih-alih sembuh, pasien malah mendapat ‘penyakit’ baru. Pemakaian keladitikus secara tunggal, perlu riset lebih lanjut. Menurut Dr Chris KH Teo, ahli keladitikus dari Malaysia, keladitikus bukan peluru ajaib yang menyembuhkan aneka penyakit. Itu senada dengan pendapat dr Paulus Wahyudi Halim.
Dokter alumnus Degli Studi Padova, Italia, itu mengatakan pengobatan kanker melibatkan banyak faktor. ‘Tak bisa diobati dengan satu obat saja. Sebuah obat membutuhkan obat lain untuk melengkapi khasiat. Sebab tak ada obat yang multifungsi dan diterima tubuh dengan baik,’ kata Paulus.
Terlepas dari perbedaan itu, permintaan keladitikus sangat besar. Banyak pasien mengharap kesembuhan dengan konsumsi keladitikus. Dampaknya permintaan herba segar dan olahan keladitikus pun meningkat. Ali Mashuda, yang juga produsen herbal di Purwakarta, Jawa Barat, mengatakan penjualan keladitikus per bulan mencapai 600 botol masing-masing terdiri atas 50 kapsul. Jumlah itu meningkat 100% ketimbang tahun lalu.
Boni Patoppoi, produsen keladitikus di Sidoarjo, Jawa Timur, juga mengalami peningkatan permintaan. Rata-rata ia memproduksi 100 botol masing-masing 50 kapsul sepekan. Harga sebuah botol Rp75.000. Volume produksi itu meningkat 100% ketimbang 6 tahun lampau saat Boni mulai mengolah keladitikus. Keladitikus yang kini banyak diminta itu hanya salah satu pilihan untuk mencapai kesembuhan atau menjaga kesehatan. Itu pun bukan satu-satunya faktor penentu, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi kesembuhan seseorang. (Sardi Duryatmo/Peliput: Ari Chaidir, Destika Cahyana, Faiz Yajri, & Vina Fitriani).



Penulis sendiri membuktikan kepada kakek penulis yang terkena kanker paru-paru dan sudah terlihat benjolan yang agak besar ditubuhnya dan alhasil benjolan itu Alhamdulillah hilang…sekarang udah agak baikan kakekku….
Semoga bermanfaat amin…


Manfaat Buah Sirsak / Sirsat Sebagai Obat Kanker, DLL
Nama lain : Soursop (Inggris), Corossol atau Anone (Perancis), Zuurzak (Belanda)  guanĂ¡bana (Spanish), graviola (Portuguese), Brazilian Paw Paw, Corossolier, Guanavana, Toge-Banreisi, Durian benggala, Nangka blanda, and Nangka londa.
Kandungan Gizi  buah sirsak adalah sbb:
Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah.
Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total.
Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.
Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).
Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.
Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.
Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.
Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).
Sari buah (jus) sirsak di dalam sistem pencerna
Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.
Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa:
1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
3. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
4. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
5. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
6. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.
Resep2 pengobatan tradisional dengan sirsak sbb
1. Pengobatan Kanker.
10 lembar daun sirsak yg tua direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, minum 2 kali per hari selama 2 minggu. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan
lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.
2 Sakit Pinggang.
20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
3.  Bayi Mencret.
Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
4.  Ambeien.
Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
5. Bisul.
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul.
6. Anyang-anyangen.
Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
7. Sakit Kandung Air Seni.
Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
8. Penyakit Liver.  Puasa makanan lain, hanya minum juice sirsak selama 1 minggu
9. Eksim dan Rematik.  Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit


 

1 komentar:

  1. lebih jelas klik ini
    http://www.ziddu.com/download/18266822/KhasiatdanKegunaanKeladiTikus.doc.html

    BalasHapus